u have 2 try this one http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx
and this is the result of my personality test
Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You are a true romantic. When you are in love, you will do anything and everything to keep your love true.
Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.
The seriousness of your love:
You like to flirt and behave seductively. The opposite sex finds this very attractive, and that's why you'll always have admirers hanging off your arms. But how serious are you about choosing someone to be in a relationship with?
Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.
The right job for you:
You have plenty of dream jobs but have little chance of doing any of them if you don't focus on something in particular. You need to choose something and go for it to be happy and achieve success.
How do you view success:
Success in your career is not the most important thing in life. You are content with what you have and think that being with someone you love is more than spending all of your precious time just working.
What are you most afraid of:
You are afraid of having no one to rely on in times of trouble. You don't ever want to be unable to take care of yourself. Independence is important to you.
Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.
------------------------------------------------------------------------------------------
Hell yeah this is me, this is home
Labels: Berbagi Tips 0 comments
gw bru dapet dr kompas lg ni artikel. kenapa gw sadur artikel ini di blog gw karna sesungguhny gw sering bngt denger tmn2 ce gw mengalami hal2 dibawah ini. dan sesungguhnya hal2 dibawah ini tidak dibenarkan. jadi hai wanita2 sadarlah kalau co yg seperti ini dapat menurunkan tabiatny kepada anak2 kalian dikemudian hari.
20 gejala kekerasan dlm hubungan (abusive relationship)
1. Tak mampu memutuskan hubungan
Meski sadar telah terjebak dalam hubungan asmara yang menyengsarakan, Anda tak mampu memutuskan hubungan dengan si dia karena takut akan konsekuensinya.
2. Anda amat terikat dengannya
Bagaikan anak balita, Anda wajib melapor kepada kekasih tentang segala aktivitas Anda seharian, makan di mana, bersama siapa, dan apa saja yang dibicarakan ketika sedang hang out dengan teman-teman.
3. Menyortir topik pembicaraan
Anda takut membahas suatu masalah tertentu, misalnya tentang cita-cita karier Anda atau tentang kebiasaan buruk sahabat kekasih, karena kemungkinan besar dia akan merasa amat terganggu—bahkan murka!
4. Tidak boleh berpendapat
Dia selalu menentukan Anda berdua akan pergi kencan ke mana, makan apa, dan akan melakukan apa saja. Anda tak berani mengatakan hal yang berlawanan dengannya karena tak mau memicu amarahnya.
5. Merasa bersalah
Anda sering berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa kalau Anda bersedia mencoba lebih keras dan mencintai dia lebih dalam, kondisi hubungan kalian akan membaik.
6. Depresi berkepanjangan
Anda sering menangis tanpa sebab, merasa depresi, dan tidak bahagia meski sedang berada di tengah pesta.
7. Selalu berupaya membuatnya bahagia
Karena merasa yakin bahwa Anda adalah pihak yang bersalah dalam hal ini, Anda selalu merasa khawatir dan terobsesi mencari cara untuk membuat pasangan Anda bahagia.
8. Selalu merasa salah langkah
Dalam hal apa pun, Anda tak mampu membuat keputusan secara cepat, dan selalu harus minta pertimbangan darinya.
9. Kondisi tak pernah membaik
Apa pun yang Anda lakukan, dera siksaan secara fisik, verbal, maupun emosional darinya semakin lama kian memburuk.
10. Terpisah dari keluarga dan teman-teman
Anda seringkali berada pada posisi harus memilih antara dia dan sahabat, saudara, atau pekerjaan Anda. Secara perlahan, Anda akan dipisahkan olehnya dari keluarga dan teman-teman karena Anda harus mendahulukan dirinya.
11. Sering dihina
Anda sering merasa diremehkan olehnya? Atau mendapat nama panggilan yang berkesan merendahkan ketika sedang berduaan? Tak perlu ragu lagi bahwa ini salah satu gejalanya.
12. Tidak dianggap
Anda kerap merasa dipermalukan olehnya di hadapan orang lain. Atau mungkin dia membicarakan Anda, seolah Anda tidak sedang berada di dekatnya.
13. Diperlakukan seperti asisten pribadi
Sebagai kekasih, Anda berkewajiban mengurusi berbagai hal, mulai mengatur jadwal kerjanya, mencuci pakaiannya, sampai membereskan apartemen miliknya.
14. Kedekatan lenyap
Setelah bertindak kasar, ia seringkali bertingkah manis untuk memenangkan hati Anda kembali. Namun, Anda merasa tak lagi memiliki kedekatan batin dengannya.
15. Terpasung secara finansial
Dia membuat peraturan mutlak tentang bagaimana cara Anda seharusnya mengelola keuangan. Mau belanja apa pun mesti lapor kepadanya.
16. Memutarbalik fakta
Meski Anda adalah pihak yang dirugikan, dia selalu berhasil membuat Anda merasa bersalah karena telah mengabaikannya. Pada saat tertentu, ia mengurangi frekuensi kekerasannya pada Anda, berpura-pura itu tidak pernah terjadi, dan Anda hanya mengarang cerita saja.
17. Anda terintimidasi
Anda sering merasa terintimidasi dan benar-benar ketakutan ketika kekasih melampiaskan amarahnya pada benda mati atau pun ketika mengancam Anda secara verbal.
18. Anda mudah panik
Masalah sekecil apa pun, seperti keliru membelikan minuman pesanannya, bisa membuat Anda panik luar biasa.
19. Berat sebelah
Dalam hubungan ini, Anda merasa posisi Anda dan dia selalu timpang atau tidak sederajat. Tentunya, Anda berada pada posisi lebih rendah.
20. Berubah kepribadian
Hal ini biasanya paling dirasakan oleh sahabat, keluarga, dan orang terdekat. Berada dalam tekanan selama berbulan-bulan pasti sedikit banyak akan memengaruhi perangai dan kepribadian Anda.
Ke mana mencari bantuan?
Merasa tidak berdaya menghadapi pasangan yang kasar? Tidak punya tempat untuk mengadu? Anda bisa mendapatkan bantuan dengan menghubungi nomor di bawah ini:
Mitra Perempuan
Jl Tebet Barat Dalam IV B/23, Jakarta Selatan. Telp: 021-8291 708/Hotline: 021-8379 0010.
Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Keadilan (LBH APIK)
Jl Raya Tengah No 16, Kramat Jati, Jakarta Timur 13540. Telp: 021-8779 7289.
Rifka Annissa Yogyakarta
Jl Kenari 10, Demang Baru, Yogyakarta 55281. Telp: 0274-543644.
Harry Setyawan
disadur dari kompas.com
pernah ga si elo ngerasa ce/co elo secara fisik ada disamping elo tp elo tetep ngerasa klo dia tuh jauh, klo pikiran pcr lo itu ngga buat elo alias buat seseorang yg lain
nah yg bgini juga termasuk selingkuh dan biasa disebut sebagai berselingkuh secara emosional. Umumnya, orang2 yang berselingkuh secara emosional gak mau membagi aspek hidup mereka kepada pasangannya. Mereka tak mau membagi emosi mereka. Cenderung tak mau melewatkan waktu bersama pasangannya, dan sering menghabiskan waktu bersama dengan "teman-teman" spesialnya. Jika mereka membicarakan tentang ‘persahabatannya’ bersama si orang yg spesial ini, mata mereka seperti berbinar2. Orang ketiga ini seperti sangat spesial, unik, dan mengerti dirinya.
Sikapnya berubah
klo elo punya kesempatan untuk bisa ngelihat bagaimana co/ce lo it sama orang yang elo curigai, biasanya mereka akan memiliki kontak yg bukan dalam artian secara fisik, namun kontak yang tak kentara. Misal, mata lebih berbinar, pupil membesar, atau intonasi suara yang lebih melembut.
biasanya ciri-ciri orang yg selingkuh secara emosional antara lain:
- (secara sadar atau tidak) dia akan mulai membandingkan Anda dan orang itu sepertinya orang ketiga itu selalu lebih bener dibandingkan elo pasanganny sendiri. bakal sering nyalah2in elo. dia akan cari2 kambing hitam dan alesan buat diriny untuk berselingkuh secara emosi dengan yg lain.
- dia akan lebih sering menghindar dr elo misalny jadi menghabiskan banyak waktu di depan komputer (chat), suka telat, lupa janji dll dengan tujuan supaya dia bisa lebih lama lg bareng pasangan selingkuh emosionalny.
sekarang pertanyaanny mengapa?
selingkuh emosional bisa terjadi di usia brp aja. bahkan untuk pasangan yg baru merit skalipun. masalah utama kenapa hal ini bisa terjadi adalah komitmen yang dipicu oleh keinginan untuk mencari sesuatu baru agar ia bisa mendapatkan pengalaman (secara fisik dan dalam hal ini emosional) yang sama sekali baru.
kemudian apa bedanya ma selingkuh yg biasa (fisik)?
Perselingkuhan fisik menyangkut orang yang berhubungan dengan pihak lain dalam lingkup erotik. Mereka bisa saja memiliki perasaan sayang terhadap satu dan yang lainnya, namun itu bukan alasan utama yang mendorong mereka berhubungan melainkan ketertarikan secara sexual.
Perselingkuhan fisik lebih bersifat nyata, sementara perselingkuhan emosional cenderung tak kentara. Butuh lebih banyak waktu untuk mengumpulkan bukti-buktinya, dan lebih mudah untuk disangkal.
biasanya orang2 yg terlibat selingkuh emosional menyebut selingkuhanny sebagai salah satu sahabatnya dia. namun sebenarnya perbedaannya terlihat jelas antara persahabatan dengan perselingkuhan emosional.
- Persahabatan selalu terbatas dalam keberadaannya.
- Persahabatan tak selalu melindungi, sementara hubungan bersifat meliputi dan melindungi.
- Persahabatan biasanya tidak membuat sebuah hubungan kehilangan energi tp justru membantu agar hubungan percintaan sahabatny itu lebih baik lagi.
- Persahabatan tidak mengandung ancaman, sementara perselingkuhan emosional menguras tenaga dan dapat mengancam suatu hubungan.
Dan biasanya seseorang yang sedang menjalani perselingkuhan emosional tak mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan hal tersebut.
Tak ada yang bisa tahu, apakah perselingkuhan semacam ini dapat terjadi dalam waktu cepat dan akan berakhir cepat atau sebaliknya. Tak jarang pula hubungan ini bisa berlangsung bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun.
disadur dari kompas.com
Labels: Berbagi Konten 0 comments
sebuah cerita yang sangat menggugah hati,
its becuz it could happen to u, to me, to us
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil, jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai di rumah juga pada waktu yang bersamaan.
Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.
Lyn hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Lyn yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.
Lyn berkata, "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."
Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Lyn dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, OK? Aku ada sedikit urusan di kantor."
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun kujelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Lyn. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara sambil bercanda, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Lyn baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Lyn berkata padaku," He Bob, ceraikan ia, OK? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya, "Ada sesuatu yang harus kukatakan." Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir.
"Aku ingin bercerai", kuungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "Kenapa?" "Aku serius."
Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, "Kamu bukan laki-laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Lyn.
Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.
Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, "Bob, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku di lenganmu", katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku sampai pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."
Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Lyn soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya di hari pertama, kami kelihatan salah tingkah.
Anak kami menepuk punggung kami, "Wah, papa membopong mama, mesra sekali"
Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, "Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.
Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya. Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana.."
Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Lyn menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Lyn tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang."
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar.
Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.
Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong mama keluar."
Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyangga ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyangga badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua". Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.
Lyn membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Lyn, Aku tidak ingin bercerai.
Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam".
Kutepiskan tangannya dari dahiku, "Maaf, Lyn, Aku cuma bisa bilang maaf padamu, Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu."
Dia tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, kupesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua...
Labels: Berbagi Cerita 0 comments

