aku:
"hah? yang bener?"
"[mencoba melihat matany yang menerawang]"
"ya, gw juga sebenernya udah ngerasa klo km menjauh begitu"
"ada yang aneh saat km ngeliat gw"
"awalny gw kira itu cuman perasaan gw aja"
"tapi ternyata.."
kamu:
"maaf y, bukan maksudku untuk bgitu"
"[menunduk perlahan kearah iced cappuccino yang terasa semakin dingin]"
"gw tau gw salah"
"gw ngga bisa jaga hati gw sendiri"
"jaga hati gw untuk tetap tertuju ke km.."
aku:
"Mmm.. km ngga salah"
"ngga ada yang salah"
kamu:
"ngga, klo gw bisa tetep menjaga hati ini, kita ngga akan bgini.."
aku:
"bgini gimana?"
"bukanny dari awal kita emang bgini2 aja?"
kamu:
"Hmmhh..."
aku:
"gw juga minta maaf"
kamu:
"Hm?? maaf buat apa?"
aku:
"maaf atas smuanya"
"atas smua ketidak-tegasan gw"
"maaf telah menggantungkan hubungan kita"
kamu:
"(hmmh.. iya knapa km bgitu? aku udah sayang km)"
"(andai saat ini juga km minta aku untuk jadi pacar km, aku ngga akan sanggup untuk menolaknya)"
"(walaupun tak kuingkari dirinya yang saat ini juga ada dihatiku)"
aku:
"Mmm kok km diem aja?"
"........... maaf.."
kamu:
"eh, ngga kok, km ngga salah"
"lagian smua sudah terjadi.."
"(lagian ngga akan sanggup hati ini untuk membenci km)"
"(walaupun dengan km bersamanya itu membuat dada ini terasa sesak..)"
aku:
"Hmm gw ga tau apa yang km pikirin"
"tapi apapun itu, gw minta maaf"
kamu:
"terus km gimana dengan dia..?"
aku:
"[memalingkan muka kemudian menerawang jauh]"
"ya ngga gimana2"
"(gw juga bingung dengan diri gw sendiri)"
"(kadang gw bingung sebenernya apa yang gw inginkan)"
kamu:
"Hmm? ngga gimana2 gmana?"
aku:
"ya kan gw ma dia udah jadi, terus mau gmana lagi?"
kamu:
"Mmmmmm..."
"[terasa semakin sesak]"
[............. diam sesaat .............]
aku:
"km ngga apa2 dengan pembahasan ini?"
kamu:
"pembahasan apa?"
aku:
"ya ini, .. dia... "
kamu:
"Hm? Mmm ngga apa2 ko"
"(sesak, tapi juga penasaran)"
"(tanpa km sadari, ada yang beda dengan km)"
"(sejak km menjauh, ak dah ngerasa ada yg aneh dengan km)"
"(seperti ada yang km sembunyiin)"
"(dan terbukti saat ini km sudah punya dia)"
"iya terus km gmana? cerita2 donk, km ga cerita2 nih, tau2 aja jadian heuheu.."
aku:
"Mmm.. ya gitu"
"Mmm.. awalny si gw cuman dikenalin tmn"
"terus ga tau knapa, y jalan terus aja"
"mungkin karna kita punya banyak kesamaan"
"emang sebenernya klo diliat2 cukup aneh juga gw ma dia"
"kaya udah dikasih jalan dari sananya gitu"
"tiba2 ada tmn gw yang pindah kosan, dan kosannya ternyata sama dengan kosan dia"
"ya gw ngerasa kaya dikasih augury aja"
"(maaf, kalo gw harus boong, gw ngga sanggup bilang yang sesungguhnya... maaf)"
kamu:
"Oo.. bagus deh"
"[melihat matanya dengan tatapan mencari2 sesuatu]"
"ya mungkin emang itu udah pertanda dari yang diatas heuheu"
aku:
"iya.. mungkin.."
"[berbicara dengan suara yang lemah]"
"terus km gimana dengan dia??"
"kapan ni bakal jadian?? cie2"
"(hiks3, km ngga tau seberapa sayangny gw sama km)"
kamu:
"Mmm gw sih liat ntar aja deh"
"ngga mau buru2, takut salah"
"lagian kayakny dia mau seriusan ma gw"
"ya km tau sendiri dia kan udah kerja"
"bayangin aja belom lama kita jalan bareng, dia udah ngasih gw cincin"
aku:
"hah?? cincin?? yang bener?"
kamu:
"iya, beneran. eh tapi jangan salah ya"
"ini tuh cincin beneran"
"bukan cincin boong2an kaya yang dulu km kasih ke ak hehehe"
"(Ups ups... kok gw keceplosan gini sih...haduh)"
aku:
"(Hmmh hati ini panas rasanya)"
"[............. diam sesaat .............]"
"[menerawang keluar, melihat gerimis hujan yang justru terasa semakin panas]"
waitress:
"maaf a, piring dan gelasnya bisa diambil??"
aku:
"Oh, iya teh, boleh2.."
"[melihat gelas yang ternyata sudah kosong sedari tadi]"
"eh iya teh bisa skalian mesen lagi?"
waitress:
"oh iya, sebentar ya"
"mesen apa?"
aku:
"Mmmm... "
"[membuka2 menu, tiba2 mata ini tertuju ke tulisan espresso]"
"Emm hot expresso nya satu ya teh"
"(iyah hot espresso, panas, sepanas hati ini dan pahit, sepahit rasa ini hiks..)"
kamu:
"eh tumben km mesen espresso??"
"bukanny km ga suka karna pahit?"
aku:
"emmh, eh iya lagi pengen aja hehe.."
"[menerawang...]"
"trus km jadiny gmana?"
"emang dia dah nembak elo apa blum??"
kamu:
"Mmmm sbenernya si dia udah nembak gw"
aku:
"oh ya? trus?"
kamu:
"ya gitu, gw jelasin aja ke dia klo gw blom mau menjalin hubungan yg serius dulu"
"takut ntar malah lanjut lebih jauh lg"
"kan gw juga masih kuliah"
"masih banyak yang mau gw raih sebelum merit"
aku:
"MMmm ya gw ngerti"
"terus diany gmana? ga masalah gitu?"
kamu:
"dianya bisa ngerti ko"
"katanya dia mau nungguin gw"
"(entah sampai kapan dia mau sabar nungguin gw)"
"(entah sampai kapan gw bisa sabar nungguin km...)"
September 26, 2008
Labels: Berbagi Cerita 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)

